Menjadi bagian dari "KITA" adalah sebuah kebanggaan. Semua perjalanan adalah perjuangan.
Ikatan yang sudah terlanjur ada tak mungkin bisa secepat itu untuk direnggangkan, apalagi dihilangkan. Kita jatuh dan bangun bersama. Kita menangis dan tertawa bersama. Tak ada hal yang bisa kita lakukan jika kita sendirian. Kita sudah terlanjur menjadi satu. Satu. Bersatu dalam "KITA".
Menanggalkan sebuah lencana. Melepas lambang kebanggaan. Menurunkan tanggung jawab di atas pundak. Meng-istirahat-kan diri dari segala rutinitas. Hanya bisa melihat tempat dimana kita terbiasa berkumpul, saling bertukar cerita.
Benda pusaka yang menjadi lambang "KITA", kita antarkan naik. Menyatu dengan warna langit biru bersamaan dengan sang mentari kembali lagi menyinari bumi. Ketika langit sudah mulai berwarna jingga, kita jemput pulang "dia" yang sudah lama singgah disana. Turun.
Semoga Sang Pusaka masih bisa bersahabat dengan awan dan langit cerah selamanya. Seperti halnya "KITA" masih ada.
