![]() |
| KKN Cane dan Kepala Desa Candisari |
![]() |
| KKN Cane dan Bapak Ibu Kepala Dusun Cane, Candisari |
Bayanganku, tinggal bersama orang yang masih asing selama 25 hari, akan menjadi sulit. Banyak isi kepala yang harus disatukan dan ingin didengarkan. Tapi aku salah. Kami akrab sejak hari pertama. Tidak ragu untuk menyebut kalian "saudara".
Akan ku perkenalkan, saudara baruku yang tak sengaja bertemu tapi suka bikin rindu.
(mulai dari atas, kiri ke kanan dan lanjut ke bawah)
Wina
Mahasiswi Psikologi yang menurut pengakuannya, dia orang yang sulit bergaul. Padahal tidak sama sekali. Sobat seperkasuranku selama 25 hari. Pengaman stock film yang bagus bagus. Suka genre thriller, sama sepertiku. Termirip kalau disuruh niruin gayanya orang. Seru kalau cerita sama dia, ekspresif.
Mas Dio
Mahasiswa Hukum yang punya bisnis. Selain dia adalah kakak tingkat, dia juga kakak dalam artian yang sebenarnya bagi kami. Dibalik sifatnya yang iseng dan seenaknya sendiri, dia perhatian dan peduli. Penghuni kamar lantai dua yang kalau adik-adiknya sudah tidur suka cari cemilan di meja makan.
Suka main uno dan monopoli. Punya gerai roti "Roti John" di Gubeng, sebelah Hotel Santika.
Meralda
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat. Sobat seperkasuranku, sama seperti Wina. Suka tidur ngga pakai bantal. Yang paling gampang homesick. Pakar drama korea. Mau judul yang mana aja, pasti tahu. Mendekati hari terakhir, dia bilang "alasan aku ngga pernah pulang meskipun diminta adalah aku ngga mau menyia-nyiakan waktu dengan kalian" buatku terharu.
Olif
Calon dokter gigi yang kalem sekali dan gampang kagetan. Asli dari Lamongan. Harusnya dia penghuni kamar dalam tapi bermutasi ke kamar tengah. Sedikit dia bikin berantakan, semua pasti langsung teriak "Oliiiff". Kalau disalah-salahin malah kasih senyum, bikin orang-orang ngga tega.
Vero
Dari cara ngomongnya, kelihatan dia orang yang pintar. Mahasiswi Ilmu Politik. Punya banyak nama panggilan. Kami memanggil "Vero", adik-adik Dusun Cane panggilnya "Kak Ica", dan display name di Line "Kadista". Suka menawarkan bantuan. Sering ke lantai tiga nih buat cari sinyal. Penghuni kamar dalam. Dari Lamongan asli.
Damon
Mahasiswa Studi Kejepangan. Harusnya dia jadi kakak tingkat sih, tapi jadi seangkatan. Teman sekamar Mas Dio. Lebih sering menyendiri di lantai tiga, suka bikin lagu lagu dia. Jago perihal multimedia. Dan keahlian tersembunyinya adalah bisa bikin nasi tanpa magicom, yang cewek cewek kalah.
Novi
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat, yang ngga suka makan sayur dan daging. Yang bikin rumah selalu ramai, tiap hari ngomel. "Ibu" kami. Yang nyuruh masak dan cuci kaki kalau darimana-mana. Selalu apa adanya. Partner-ku antar laundry-an dan belanja ke pasar. Nasi goreng buatannya nomor satu!!!
Essi
Calon dokter hewan yang pengin punya pet shop. Baru sebentar tinggal di rumah KKN sudah punya panggilan khusus dari adik-adik dusun, kak imut, katanya. Punya kucing banyak di rumah. Suka bersih-bersih, jadinya ngomel sendiri kalau kasur banyak rontokan makanan dan berantakan.
Armita
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat. Ibunya adik-adik dusun disana. Mereka paling nempel sama Mita. Kalau yang lain bisa tidur siang, Mita jarang karena harus ngurusin bocil-bocil yang ramainya minta ampun. Kadang sifatnya kayak anak kecil. Punya banyak film zombie. Suka bikin status-status pakai bahasa korea, ngga paham aku tu.
Dhama
Mahasiswi Akuntansi, yang pakai baju pink.
Makin hari, pagi siang malamku tak pernah sepi, berkat kalian. Kami tinggal seatap saling melengkapi. Ada yang sabar, ada yang suka ngomel. Ada yang suka keluar, ada yang betah di rumah. Ada yang bertingkah kekanakan, ada yang dewasa. Ada ceritaku, ceritamu, dan cerita kita.
Hingga tiba di hari terakhir aku baru menyadari bahwa doaku sedari awal yang meminta agar semakin hari kami semakin didekatkan sedang dikabulkan. Tidak ada yang disesali dari pertemuan singkat kami, bahkan jika ada waktu untuk mengulang, aku lakukan dengan senang hati. Senang sekali bisa bertemu dan berkenalan dengan kalian.
Ditunggu kapan waktunya kita bisa kembali tinggal bersama, mengulang waktu, melepas rindu. Bahwa aku tidak pernah berhenti berterima kasih pada yang memberi dan mengatur waktu ini terjadi. Pertemuan singkat syarat akan makna. Indah.







