Apakah dia tau?
Tuesday, June 24, 2014
Hampir setiap hari aku bisa melihatnya, mendengar suaranya bahkan berbicara langsung dengannya. Tetapi hal itu tidak bisa menjamin jika hanya ada aku yang menghiasi hari hari nya. Yang aku maksud lebih mengarah kepada persoalan hati.
Sudah berapa orang yang mengatakan "hati tidak bisa berbohong"? Banyak. Dan sekarang, aku adalah orang ke-sekian yang mengatakan hal tersebut. Aku bisa berbohong kepada orang-orang disekitarku tapi tidak dengan hatiku.
Aku takut, aku resah bila saja ada seseorang yang mengisi setiap hari yang ia miliki hingga membuat dia lupa segalanya, dan itu bukan aku. Rasanya tak adil. Karena sejujurnya, bagiku, hanya dia yang mengisi setiap hari yang aku miliki hingga membuat aku lupa segalanya. Adil? Tentu tidak. Tidak adil untuk perasaanku.
Sampai hari ini, sampai detik ini bahkan sampai postingan ini muncul, aku tak tau siapa yang berhasil membuatnya bahagia. Yang bisa membuatnya tersenyum bahkan tertawa lepas tanpa menghiraukan orang di sekitarnya.
Salahkah jika aku takut kehilangan seseorang yang bahkan belum pernah aku miliki? Aku memang sendiri tetapi hatiku sudah diambil seseorang yang tidak bisa aku sebut bahwa dia milikku.
Aku takut kehilangannya. Entah karena apa. Mungkin aku hanya punya satu alasan. Sayang. Dan mengapa aku bisa mengatakan sayang? Entahlah. Memangnya sayang butuh alasan?
Sebenarnya aku tidak berhak untuk merasakan "takut". Susah dijelaskan bagaimana rasanya ketakutan ku.
Dengan langkah perlahan, perasaan ini mulai semakin tidak wajar.
Sudah berapa orang yang mengatakan "hati tidak bisa berbohong"? Banyak. Dan sekarang, aku adalah orang ke-sekian yang mengatakan hal tersebut. Aku bisa berbohong kepada orang-orang disekitarku tapi tidak dengan hatiku.
Aku takut, aku resah bila saja ada seseorang yang mengisi setiap hari yang ia miliki hingga membuat dia lupa segalanya, dan itu bukan aku. Rasanya tak adil. Karena sejujurnya, bagiku, hanya dia yang mengisi setiap hari yang aku miliki hingga membuat aku lupa segalanya. Adil? Tentu tidak. Tidak adil untuk perasaanku.
Sampai hari ini, sampai detik ini bahkan sampai postingan ini muncul, aku tak tau siapa yang berhasil membuatnya bahagia. Yang bisa membuatnya tersenyum bahkan tertawa lepas tanpa menghiraukan orang di sekitarnya.
Salahkah jika aku takut kehilangan seseorang yang bahkan belum pernah aku miliki? Aku memang sendiri tetapi hatiku sudah diambil seseorang yang tidak bisa aku sebut bahwa dia milikku.
Aku takut kehilangannya. Entah karena apa. Mungkin aku hanya punya satu alasan. Sayang. Dan mengapa aku bisa mengatakan sayang? Entahlah. Memangnya sayang butuh alasan?
Sebenarnya aku tidak berhak untuk merasakan "takut". Susah dijelaskan bagaimana rasanya ketakutan ku.
Dengan langkah perlahan, perasaan ini mulai semakin tidak wajar.
0 komentar