Don't Close Your Eyes

Wednesday, February 18, 2015

“You always say you hate to see me hurt and you hate to see me cry. So all those times that you hurt me, did you close your eyes?”

Hanya bisa ku pendam sendiri. Tanpa ada teman untuk aku berbagi.

Kamu, lagi lagi kamu. Kamu lagi yang menjadi alasan mengapa aku begini.

Berhentilah untuk menyiksa perasaanku. Memendam segala kegelisahanku. Sendiri.
Tak bisa berucap. Tak ada alasan mengapa aku bisa tak suka. Aku hanya tidak berani untuk mengungkapkannya saja.

Kadang aku menyimpannya sendiri. Cukup hanya aku yang tahu. Hanya aku yang tahu mengapa ini ada. Aku tak ingin berlarut-larut dalam keadaan seperti ini. Aku selalu mencoba untuk melupakan. Namun jika itu tidak berhasil setidaknya aku berusaha untuk pura-pura lupa. Yah walaupun sebenarnya tidak bisa.

Pura-pura? Berapa kali aku harus melakukannya? Senyum yang ada di wajah terkadang hanya lambang ke-pura-pura-an saja. Kamu seolah tidak tahu dan tidak mau tahu tentang apa yang aku rasakan. Terkecoh lambang sialan itu. Lambang bualan.


Aku hanya sedang mencoba untuk terlihat kuat. Terlihat biasa saja. Terlihat seperti ‘tidak ada apa-apa’. Terima kasih ‘dukungannya’.

You Might Also Like

0 komentar