Sementara

Friday, March 06, 2015

Untuk hari ini dan hari-hari ke depan entah untuk berapa lama yang aku inginkan, aku akan membiarkanmu untuk tenang. Aku akan membiarkanmu untuk menjalani segala yang ingin kamu jalani tanpa larangan ini dan itu dariku. Aku akan membiarkanmu melakukan segala yang kamu rasa itu perlu kamu lakukan. Aku akan membiarkanmu melepas penat dari kejenuhan hadirku selama ini. Aku akan membiarkan semuanya tenang dan bebas. Aku akan membiarkanmu.

Aku sudah tidak bisa lagi membantu. Aku sudah kerahkan segala usahaku yang aku pikir itu bisa membantu, tapi nyatanya kamu terlihat seperti terganggu. Aku harus berbuat apa, aku pun tak tahu. Aku hanya bisa itu. Mencoba menghiburmu, menemanimu dari jauh maupun dekat, mendoakanmu, dan lain-lain yang tak perlu kamu tahu. Lalu, aku bisa apa lagi?

Jika hadirku disekitarmu tidak berdampak apa-apa padamu, justru membuatmu semakin terganggu, mungkin jika sebentar saja aku menjauh bisa menenangkan pikiranmu. Bukan maksudku untuk memang berniat jauh darimu, tapi aku pikir hanya itu yang mungkin bisa membantumu. Karena aku tak tahu harus melakukan apa lagi. Aku hanya tak tahu, bukannya tak mau.

Aku tak ingin melihatmu menahan berisiknya suara perempuan yang membicarakan hal tidak penting dan dia ada tepat di sampingmu. Aku tak ingin mendengar larangan bersuara untukku hanya karena mendengar suara parauku yang coba menghafalkan lagu. Aku tak ingin melihatmu memasang wajah sinis jika apa yang aku katakan tidak dapat kamu dengar dengan jelas sedangkan aku enggan untuk mengulang dengan berlagak marah kecil. Aku tak ingin melihatmu menutup wajahmu diatas bangku hanya karena aku susah diajak untuk bicara, harus berulang kali kamu mengulangnya sedangkan aku masih belum paham. Aku hanya tak ingin melihatmu.

Jika kamu membutuhkanku, entah untuk apa itu, aku akan ada disampingmu. Tapi tak bisa berbuat banyak untukmu.

Untuk sementara ini, selamat menikmati hari-harimu tanpa diriku. Selamat menjalani setiap jammu untuk beristirahat dari gangguan ocehan dariku. Selamat mengistirahatkan pikiranmu jika dulu aku pernah menjadi beban pikiranmu. Selamat bersenang-senang jika sebelumnya aku belum sempat membuatmu bahagia. Selamat untuk segalanya.

(Mengapa aku begitu sulit menyesuaikan keadaan denganmu?)

You Might Also Like

0 komentar